Fenomena melepas jilbab mahasiswi 

 Ada berbagai alasan seorang perempuan memakai jilbab. Sebaliknya, tidak sedikit pula alasan mengapa kemudian seorang muslimah (perempuan) akhirnya memilih melepas jilbab.Fenomena perempuan melepas jilbab ini bisa terjadi, antara lain karena sebelumnya coba-coba (iseng) berjilbab, atau merasa gerah saat mengenakannya. Tetapi harus dipahami, jika seseorang (perempuan) secara sadar berjilbab kemudian menanggalnya, mereka tidak harus menolak jilbab. Sebab, menurut Elizabeth Raleigh (2004) seseorang bisa memperoleh kesenangan dari berjilbab tanpa mengurangi maknanya sebagai sarana beragama.

James W. Flower dengan teorinya Faith Development Theory (teori perkembangan kepercayaan eksistensial/Iman) mengatakan, krisis akibat ketidakcocokan dalam interaksi kognitif-afektif antara individu dan lingkungan, akan menjadikan pribadi beralih dari tahap (perkembangan) struktural lama menuju tahap berikutnya yang cocok dengan tuntutan baru.

Terkait jilbab dan pilihan seseorang untuk mengenakan atau menanggalkannyanya, bisa dijelaskan bahwa berjilbab itu bisa lebih menjaga diri si pemakainya. Jilbab merupakan bagian dari fashion, yang bisa dimaknai sebagai cara, mode, atau style (gaya) berpakaian.

Dalam pandangan psychology of fashion, pakaian yang dikenakan seseorang bisa menunjukkan identitas dari pemakainya. Dengan kata lain, pakaian (baju) bisa menjadi jembatan penghubung (interface) visual non-verbal diri manusia yang personal dan lingkungan kehidupan sosio-kulturalnya.

Di bawah ini, ada sebuah kisah pergolakan seorang perempuan melepas jilbab. Adalah Lanni, perempuan yang lahir di Jawa Timur sekitar 40 tahun lalu, ini mulai mengenakan jilbab menjelang usia 37 tahun.

Pilihan mengenakan jilbab didahului oleh tekanan-tekanan sosio-psikis yang dialami dan hampir membuatnya putus asa. Lanni lantas “lari” ke jilbab dan agama dengan maksud agar hatinya bisa lebih tenang, atas anjuran laki-laki yang ia cintai saat itu.

Anjuran laki-laki yang dulunya dia cintai, meskipun cuma sekali, memberi pengaruh besar dalam dirinya. Namun keadaan berbalik ketika hubungannya dengan pacarnya retak dan akhirnya kandas. Jilbab, baginya, menjadi tak penting lagi, sehingga ia mencoba melepasnya.

Sejak awal, Lanni sendiri memang merasa lebih nyaman tidak berjilbab. Ia merasa menjadi dirinya sendiri, karena ia berjilbab pun karena motivasi ‘’dari luar’’. Dan lagi, pengalaman yang dialami, keputusan memakai dan melepas jilbab bukanlah pilihan sulit. Yang membuat sulit adalah ketika menghadapi komentar orang.

Uraian singkat di atas menegaskan, bahwa semestinya seseorang harus yakin dengan pilihannya, jangan setengah-setengah, termasuk dalam hal mengenakan jilbab. Pakailah jilbab sesuai syariat. Percuma berjilbab jika lekuk tubuh terlihat jelas. Jaga ucapan, sikap, dan perilaku, terutama di tempat umum.

Dan bagi mereka yang ingin melepas jilbab, harus siap mental tiga kali lipat dibanding saat memutuskan untuk mengenakannya pertama kali. Pandangan miring bisa bermunculan, karena masyarakat kita belum semuanya mampu berpikir demokratis, apalagi menyangkut kebebasan berpikir dan berekspresi. Sikap sinis dan apriori harus diterima, sebagai konsekuensi melepas jilbab.

Pengalamanku 

Kenapa aku memilih Ums menjadi universitas ku?

Karna menurut ku Ums adalah universitas yang sangat baik. Walaupun dia swasta tapi bisa bersaing dengan universitas negri yang ada di solo raya. Alasan ku memilih Ums khususnya progdi pg paud karna jujur saja aku di tolak oleh universitas negri di solo raya.

Karna ya jurusan yang aku pilih itu sangat berat. Dan akhirnya aku memilih Ums sebagai pilihan ku swasta. 

Aku juga pernah mengikuti pendaftaran Usm Pkn stan dan aku juga sudah melakukan seleksi tes tertulis dan aku lulus tapi waktu seleksi kedua yaitu tes kesehatan aku gugur karna berat badan ku kurang 2 kg 😭

Sedih memang cuma karna 2 kg aku gagal masuk stan di Jakarta. 

Tapi aku bangga dan senang bisa masuk di Ums karna aku bisa mengenal keluarga baru di Ums tercinta 😘

Mungkin sampai disini tulisan ku haru ini semoga bermanfaat.

Selamat liburan teman” Fkip pg paud Ums 😘😘

Cerita anak

Domba Cerdik dan Harimau Bodoh
Pada suatu ketika, seekor Domba jantan sedang berjalan-jalan di padang rumput. Dia mencari rumput yang enak untuk dimakan. Tidak lama kemudian, dia melihat ada hutan di dekat padang rumput itu. Karena ingin mencari tumbuh-tumbuhan selain rumput yang enak untuk dimakan, dia pun masuk ke hutan itu. Tiba-tiba dia bertemu dengan seekor Harimau. Harimau itu sangat gembira, karena dia akan segera mendapatkan makanan yang lezat. Si Domba, yang sangat ketakutan, kemudian mengajak Harimau itu berbicara.

“Siapa namamu?” tanya si Domba.

“Aku Harimau! Siapa kamu?” Harimau balik bertanya.

“Namaku Domba Yang Hebat” jawab si Domba, walaupun sebenarnya dia sangat gemetaran.

“Apa itu yang ada di kepalamu?” tanya Harimau lagi.

“Oh, itu tombak dan pedangku” jawab Domba.

“Dan apa itu yang bergantung di antara kaki belakangmu?” Harimau bertanya lagi.

“Itu bumbu-bumbu yang aku bawa untuk memasak daging harimau sebelum aku memakannya.” jawab Domba.

Harimau sekarang sangat ketakutan. Dia lalu berlari pergi secepat yang dia bisa, dan bersyukur karena dia masih hidup.

Ada seekor rubah yang melihat Harimau lari terbirit-birit. Dia kemudian bertanya, “Ada apa denganmu? Kenapa kamu lari ketakutan?”

“Domba jantan itu! Dia hampir saja membunuhku!” jawab Harimau. Dia bersenjatakan pedang dan tombak!”

Rubah yang pintar itu tertawa, lalu berkata, “Bagaimana mungkin seekor domba jantan bisa membunuh seekor harimau? Kamu pasti sudah dibodohi oleh domba itu. Ayo kita kesana dan kita beri dia pelajaran.”

Tapi Harimau berkata “Tidak, kamu nanti pasti akan lari setelah melihat domba itu, dan meninggalkan aku sendiri di sana. Tidak, aku tidak mau.”

“Aku tidak akan lari. Kalau kamu tidak percaya, kita ikat saja diri kita berdua dengan sebuah tali. Jadi, bahkan jika aku ingin lari pun aku tidak akan bisa” jawab Rubah.

Harimau setuju dengan usul si Rubah. Mereka kemudian mengikat leher mereka menjadi satu dengan menggunakan seutas tali, dan pergi berjalan mencari si Domba. Mereka menemukan si Domba sedang santai sambil makan tumbuh-tumbuhan yang lezat.

Ketika si Domba melihat si Harimau, dia berteriak, “Aha! Akhirnya kamu datang juga! Aku sudah sangat lapar! Kamu akan menjadi makanan yang lezat untukku!”

Harimau yang bodoh ketakutan mendengar perkataan si Domba. Dia lalu berbalik dan lari sekencang-kencangnya. Si Rubah berteriak-teriak meminta Harimau untuk berhenti berlari, karena dia ikut terseret. Tapi Harimau tidak mendengarnya, dan terus berlari, sampai akhirnya si Rubah mati karena terseret-seret sangat jauh melintasi hutan itu. “Rubah yang bodoh!” pikir Harimau yang bodoh itu, “Aku hampir saja mati gara-gara dia!”

Keindahan yang Sesungguhnya

Dita Dewi

Di suatu hutan tinggallah burung Merak yang cantik. Bulunya indah dan elok rupanya. Sayang, karena kecantikan nya tersebut ia menganggap dirinya lah yang paling cantik. Setiap hari dia hanya mengagumi keindahan parasnya.

nice-peacock-image

“Betapa cantiknya diriku ini. Bulu ku indah berwarna-warni. Rupaku elok dan rupawan. Tak ada burung yang menyaingi rupaku.” kata burung Merak sambil berkaca di sungai.

Kemudian dia berjalan-jalan dan bertemu dengan burung Kakatua.

“Wahai burungKakatua, siapakah burung tercantik dihutan ini ? aku bukan ? Lihatlah buluku yang menawan ini. Parasku yang elok ini ” kata burung Merak.

Burung kakatua tersenyum.

“Kau salah burung Merak” kata burung Kaktua.

“ada burung yang lebih indah dari kau ”

Burung Merak terkejut.

“siapa kakatua, siapa burung yang lebih indah dari aku ? tanya burung Merak

“Carilah burung Merpati dan lihatlah” kata burung Kaktua

Burung Kakatua pun pergi. Buruk Merak tidak percaya dengan perkataan burung Kakatua. Ia pun pergi mencari burung Merpati.

“Itu…

Lihat pos aslinya 141 kata lagi

Bebasssss 

Dari judul nya saja sudah tau bahwa artikel ini adalah tentang bebas. Ini adalah tugas dari Pak Almuntaqo zain sebagai dosen Pengampu di universitas Muhammadiyah Surakarta dengan mata pelajaran komputer. 

Kembali lagi ke judul dengan “bebas”. Pasti kita semua ingin bebas kan? Ya iyalah….ada yang menjawab seperti. Ada juga yang menjawab kenapa harus bebas? Dan masih banyak lagi pendapat lain mengenali bebas yang penting masih sesuai nilai dan norma Pancasila. Sekian Terimakasih 

Akuuuuu 

Aku… 

Di lahirkan dari kedua orangtua ku…

Anak ke4 dari 4 bersaudara ku…

Aku di beri nama asri fernianti dan di panggil Nia oleh keluarga ku…

Aku sekarang jurusan pg.paud universitas Muhammadiyah Surakarta..

Dengan slogan kampus ku ialah wacana keilmuan dan keislaman…

Semoga aku bisa selesai tepat waktu…

Dan aku bisa menyelesaikan kuliah ku dengan nilai yang baik dan organisasi yang baik…

Itulah cerita tentang ku yang tak terlalu bermutu… 

sekian Terimakasih……

Kita harus berproses!

proses

Setiap orang mempunyai tujuan hidup. tujuan hidup kita adalah berproses. akan tetapi ada beberapa orang yang tidak mau berproses. kita berproses dari level yang rendah sampai kita menuju level yang tinggi. gunanya kita berposes adalah untuk mencapai masa depan yang insyallah cerah.

kenapa kita harus berproses? “agar kita tau bagaimana susah nya untuk menggapai masa depan.”